Internet Addiction Disorder (IAD)
Apakah Anda tidak pernah melepaskan diri dari komputer, laptop atau
handphone 3G Anda? Apakah Anda seorang maniak internet? Kapanpun dan dimanapun
Anda berusaha untuk online demi berbagai macam kepentingan, Padahal Anda tahu
bahwa diri Anda bukanlah programmer, hacker, cracker, pengembang web atau admin
sebuah jaringan? Apakah Anda menjadikan jejaring sosial sebagai satu-satunya
media Anda untuk berinteraksi sosial? Serta Anda melakukannya sepanjang hari
Anda? Anda terlena dengan dunia maya dan melupakan kenyataan diluar sana, jika
ini semua yang Anda alami maka ketahuilah kemungkinannya Anda sudah mengidap
gangguan kecanduan internet.
Pengertian
Internet Addiction Disorder (IAD) atau gangguan kecanduan internet meliputi
segala macam hal yang berhubungan dengan internet seperti jejaring sosial,
email, pornografi, judi online, game online, chatting dan lain-lain. Jenis
gangguan ini memang tidak tercantum pada manual diagnostik dan statistik
gangguan mental, atau yang biasa disebut dengan DSM, namun secara bentuk
dikatakan dekat dengan bentuk kecanduan akibat judi, selain itu badan himpunan
psikolog di Amerika Serikat secara formal menyebutkan bahwa kecanduan ini
termasuk dalam salah satu bentuk gangguan.
Adiksi terhadap internet terlihat dari intensi waktu yang digunakan
seseorang untuk terpaku di depan komputer atau segala macam alat elektronik
yang memiliki koneksi internet, dimana akibat banyaknya waktu yang mereka
gunakan untuk online membuat mereka tidak peduli dengan kehidupan mereka yang
terancam diluar sana, seperti nilai yang buruk disekolah atau mungkin
kehilangan pekerjaan dan bahkan meninggalkan orang-orang yang mereka sayangi.
Studi Kasus
Gunawan seorang anak berusia 16thn, setiap hari dia menghabiskan waktunya
dengan menggunakan internet “game online” pagi siang sore sampe malam pun ia
gunakan untuk mengunjungi warnet (warung internet) sampai makan tidur pun di
warnet, kurang tidur pun sudah biasa untuk dia, menggunakan internet yang
sering ia lakukan pada malah hari sampai pagi dikarenakan waktu malam adalah
waktu yang sangat pas untuk bermain dengan kecepatan internet yang tidak buffering,
malam jadi siang dan siang jadi malam setiap malamia selalu bergadang untuk
menjalankan hobbynya tersebut, kehidupan non-maya-nya pun menjadi tidak normal
sampai akhirnya ia berhenti sekolah karena kecanduan internet.
Anlisis Permasalahan
Beberapa bentuk gejala kecanduan ditunjukkan dengan kurangnya tidur,
kelelahan, nilai yang buruk, performa kerja yang menurun, lesu dan kurangnya
fokus. Penderita juga cenderung kurang terlibat dalam aktivitas dan hubungan
sosial. penderita akan berbohong tentang berapa lama waktu yang mereka gunakan
untuk online dan juga tentang permasalahan-permasalahan yang mereka tunda
karenanya. Dalam keadaan offline mereka menjadi pribadi yang lekas marah saat
ada yang menanyakan berapa lama waktu yang mereka gunakan untuk berinternet.
Dr Ronald Pies, profesor psikiatri dari SUNY Upstate Medical University,
New York, mengatakan “Kebanyakan dari orang-orang yang kecanduan internet
adalah mereka yang mengalami depresi berat, kecemasan, atau orang yang tak bisa
bersosialisasi sehingga mereka sulit untuk bertemu muka dengan orang lain
secara langsung.” Dari hal tersebut maka diketahui bahwa kecenderungan
kecanduan ini dimiliki oleh mereka yang memiliki gangguan dalam dunia nyata,
sehingga internet merupakan salah satu media ‘pelarian’ mereka.
Ketidakmampuan seseorang dalam mengontol diri untuk terkoneksi dengan
internet dan melakukan kegiatan bersamanya adalah cikal bakal dari lahirnya
bentuk kecanduan ini, bahkan di Amerika Serikat sendiri telah berdiri panti
rehabilitasi untuk menyembuhkan bentuk kecanduan khusus internet. kebiasaan
yang tidak terkendali memang terkadang dapat menimbulkan petaka tersendiri bagi
diri kita, dengan tidak bisa mengatur lamanya durasi berinternet, menghabiskan
waktu dan menghancurkan semua tanggung jawab dalam kehidupannya.
Internet bukanlah sebuah bencana, sebaliknya, jelas internet telah membantu
proses pencerdasan bangsa, mengubah dunia menjadi sebuah kampung kecil, dimana
jarak dan waktu tidak lagi menghambat penyebaran informasi. Komunikasi antar
manusia, walau jauh jaraknya, kini dengan adanya berbagai jejaring sosial telah
memudahkan interaksi. Internet telah menjadikan dunia penuh dengan kemajuan, di
desa dan di pelosok terdalam sekalipun dapat mengikuti setiap detik
perkembangan dunia, pemerataan informasi dan pengetahuan semakin dirasakan
nyata.
Kembali pada apa yang dilakukan seseorang dalam menggunakan teknologi ini,
apakah bermanfaat atau tidak? apakah baik atau buruk? Perbandingannya, sebagai
contoh, seperti ketika seseorang menghabiskan 24 jam nonstop, online demi
mencari bahan untuk tugas akhir kuliahnya atau informasi bisnis atau mungkin
juga melakukan promosi toko online yang dimilikinya, secara logika hal tersebut
tidaklah ada salahnya, karena jelas pengunaannya bermanfaat sesuai dengan
tujuan dan pekerjaannya. Namun, jika seseorang menghabiskan waktu untuk online
untuk sekedar browsing selama 24 jam nonstop, sekedar saja, sekedar menonton
video porno, sekedar main judi online, sekedar memainkan game online, sekedar
kesenangan tak bermanfaat, kemudian meninggalkan tanggung jawabnya di dunia
non-maya dan tidak memiliki tujuan yang penting dan berarti, maka ini
diindikasikan sebagai gangguan atau sakit, segala sesuatu yang berlebihan
tidaklah baik.
Solusi Permasalahan
Adapun cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi
kecanduan terhadap ineternet tersebut, dr.Diva menuturkan dapat dilakukan dengan
2 cara yakni;
1.
terapi yang dilakukan
oleh diri sendiri dengan dibantu oleh orang-orang terdekatnya. “Jenis terapi
ini bagi mereka yang sudah sadar dampak negatifnya akan candu internet tersebut”,
paparnya.
2. Namun bagi mereka yang sudah mengalami kecanduan internet
yang cukup berat, maka dibutuhkan psikologi atau psikiater untuk memberikan
therapy kognitif dan perilaku agar mereka dapat terlepas dari candu internet
ini.
Mengenai penyebabnya, dokter Diva mengatakan
banyak hal yang menyebabkan seseorang dapat mengalami kecanduan internet. Salah
satunya yakni intensitas menggunakan internet yang terlalu sering saat memiliki
waktu luang dan dilakukan terus menerus sehingga membuat mereka terbiasa dengan
perilaku tersebut.
Selain itu, kurangnya rasa percaya diri yang
dialami oleh para remaja ataupun bisa juga terpengaruh oleh lingkungan keluarga
yang kurang harmonis sehingga komunikasi kurang terjalin antara anak dan
orangtuanya sering menjadi alasan untuk menumpahkan uneg-uneg di dunia maya.
“Dalam kasus ini, kebanyakan remaja mengalami
krisis eksistensi dan juga ingin mendapatkan perhatian dari orang lain membuat
mereka banyak menghabiskan waktunya di dunia internet,” tandasnya.
Kebiasaan berinternet yang sehat adalah dengan menyesuaikan jadwal dan juga
kepentingan, serta tidak melupakan tanggung jawab yang dimiliki oleh
masing-masing individu. Walau kini dunia maya selalu saja menghadirkan
inovasi-inovasi terbaru, yang mana memungkinkan mereka yang tidak memiliki depresi
berat, kecemasan atau gangguan sosial untuk ketagihan melakukan kegiatan dalam
dunia maya, dengan demikian kebijaksanaan sebagai pengguna adalah dibutuhkan
untuk mengimbanginya.
Banyak sekali manfaat yang telah diberikan internet kepada manusia, banyak
pengetahuan dan juga informasi disini yang dapat meningkatkan kualitas hidup
masyarakat, dengan demikian maka kebijaksanaan seseorang untuk menggunakan
teknologi itu sendiri yang harus terus dikembangkan, sehingga tujuan awal dari
penciptaan teknologi yaitu guna mempermudah dan meningkatkan kualitas hidup
manusia dapat benar-benar terwujud dikemudian hari.
Sumber:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar